Forklift diesel dikenal sebagai jenis forklift yang kuat, memiliki daya angkut besar, serta mampu bekerja di lingkungan yang ekstrem. Tidak heran jika banyak perusahaan yang mengandalkan alat ini sebagai pilar utama, khususnya dalam kegiatan material handling dan operasional pergudangan. Namun, di balik kekuatannya, tetap penting untuk mengetahui cara merawat forklift diesel dengan benar agar performanya tetap optimal dalam jangka panjang.

Kerusakan pada forklift bisa mengakibatkan kerugian besar, baik dari segi finansial maupun keselamatan. Gangguan pada satu unit forklit saja dapat menghambat seluruh alur kerja, menghambat proses distribusi, dan menambah biaya operasional secara signifikan. Selain itu, forklift yang tidak terawat dengan baik juga berpotensi membahayakan operator maupun pekerja lain di tempat kerja karena risiko kecelakaan lebih tinggi.

Untuk menghindari hal itu, lakukan perawatan forklift yang tepat secara rutin. Dengan begitu, Anda bisa mengidentifikasi kerusakan secara dini dan mencegahnya berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

 

Langkah-Langkah Cara Merawat Forklift Diesel

Perawatan forklift diesel adalah proses penting yang perlu dilakukan untuk menjaga performa forklift tetap stabil dan mencegah kerusakan yang tidak diinginkan. Berikut beberapa tips cara merawat forklift diesel:

Periksa Bahan Bakar

Masalah pada bahan bakar seringkali menimbulkan kerusakan pada mesin diesel seperti forklift. Untuk itu, selalu periksa kondisi bahan bakar sebelum mengoperasikan forklift.

Jaga tingkat bahan bakar agar tidak habis total sebelum pengisian ulang. Agar mesin awet, gunakan bahan bakar berkualitas yang sesuai standar. Hindari bahan bakar berkualitas rendah karena bisa menyebabkan injektor cepat kotor, pembakaran tidak sempurna, hingga mesin macet saat dioperasikan.

Periksa juga tangki bahan bakar secara berkala. Endapan kotoran, korosi, atau air di dasar tangki dapat mengkontaminasi bahan bakar dan bahkan masuk ke ruang pembakaran. Jika ini terjadi, kerusakan tidak hanya dapat mengenai sistem pembakaran namun juga komponen-komponen vital lain.

Selain itu, pastikan bahwa tidak ada kebocoran di sekitar tangki dan selang bahan bakar. Jika Anda mencium bau bahan bakar di luar tangki atau menemukan genangan atau tetesan bahan bakar, segera hentikan forklift dan lakukan perbaikan.

 

Inspeksi Filter Udara

Filter udara berperan penting untuk menyaring udara dan kotoran agar tidak masuk ke dalam sistem forklift. Apabila filter kotor, maka aliran udara akan tersumbat sehingga mesin harus bekerja lebih keras. Kondisi ini dapat berakibat pada konsumsi bahan bakar meningkat dan mesin cepat panas (overheat).

Oleh karenanya, penting untuk membersihkan filter secara rutin, terutama jika forklift digunakan di lingkungan yang berdebu atau kotor. Anda bisa gunakan kompresor udara bertekanan rendah untuk menghilangkan debu dan kotoran yang menempel pada filter. Akan tetapi, apabila terdapat sobekan, lubang, atau kerusakan fisik lainnya, sebaiknya segera lakukan penggantian sebelum kinerja mesin terganggu.

 

Perhatikan Kondisi Ban

Ban atau roda merupakan salah satu komponen terpenting pada forklift, baik forklift diesel maupun elektrik. Selain alat penggerak, ban juga berfungsi untuk menjaga stabilitas dan keseimbangan forklift.

Untuk menjaga kesehatan ban, hal pertama yang perlu dilakukan adalah memeriksa tekanan udara ban. Pastikan tekanan sudah sesuai dengan standar yang direkomendasikan oleh pabrikan. Jika terlalu rendah, ban bisa cepat aus, namun jika terlalu tinggi, ban bisa mudah pecah terutama saat mengangkut beban berat.

Selanjutnya, cek kondisi fisik ban. Cek apakah ada tanda-tanda keausan, retakan, atau sobekan pada permukaan ban. Jika Anda menemukan salah satu ciri tersebut, segera lakukan perbaikan atau penggantian agar keselamatan tetap terjaga.

Baca juga: Kerusakan Ban Forklift: Gejala dan Faktor Penyebabnya

 

Periksa Kondisi Oli

Oli pada forklift berfungsi untuk melumasi komponen internal, menjaga suhu mesin tetap stabil, dan mengurangi gesekan antar komponen. Inilah mengapa, pengecekan oli sangat penting untuk memastikan forklift tetap dalam kondisi prima dan menghindari kerusakan.

Cek level oli menggunakan dipstick (batang pengukur oli) dan pastikan oli berada di antara tanda “Full” dan “Add” atau “Low”. Jika oli berada di tingkat “Low”, artinya Anda perlu menambah oli.

Selain itu, periksa juga kesehatan oli. Dalam kondisi normal, oli pada umumnya berawarna kuning atau cokelat keemasan dan memiliki kekentalan yang baik. Waspada terhadap oli yang tidak pekat, berbau seperti terbakar, dan encer. Oli yang kotor dapat menyebabkan keausan mesin lebih cepat.

 

Jaga Kebersihan Forklift

Membersihkan forklift bukan hanya soal estetika, tetapi juga merupakan upaya menjaga kesehatan sistem secara keseluruhan. Debu, kotoran, lumpur, atau bahan kimia yang menempel pada permukaan forklift dapat mengganggu kinerja komponen serta menyumbat saluran udara. Jika tidak segera dibersihkan, hal ini dapat menyebabkan kerusakan yang serius.

Maka dari itu, lakukan pembersihan secara berkala, terutama bagian-bagian yang sering terkena debu dan kotoran. Pastikan area radiator, filter udara, dan mesin selalu dalam kondisi bersih agar proses pendinginan berjalan optimal dan tidak terjadi overheating.

Dengan menjaga kebersihan forklift, Anda bisa mencegah kerusakan sekaligus memastikan performa forklift tetap stabil dalam jangka panjang. Forklift yang bersih juga memudahkan proses inspeksi karena keruskan seperti kebocoran oli, retakan komponen, atau baut yang longgar akan lebih mudah terlihat.

Baca juga: Bagaimana Cara Membersihkan Forklift dengan Efektif?

 

Rawat Forklift Anda Bersama Rahayu

Rahayu Forklift menyediakan jasa servis dan perawatan forklift profesional untuk area Surabaya dan sekitarnya. Kami menerima segala keluhan seputar forklift, mulai dari masalah pada mesin, sistem kemudi rusak, hingga gangguan sistem hidrolik, dan menemukan solusi yang paling tepat sesuai budget dan kebutuhan Anda.

Untuk konsultasi atau informasi lebih lanjut, jangan ragu untuk hubungi tim Rahayu melalui WhatsApp sekarang juga.