Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam konstruksi jalan beton agar menghindari kerugian dan keamanan ketika berkendara. 

Memberikan kenyamanan dalam berkendara ataupun berjalan kaki, tanpa harus mengkhawatirkan terjadinya kecelakaan. 

Pentingnya memperhatikan proses dalam konstruksi jalan beton memberikan hasil yang maksimal dan menyenangkan bagi semua pihak. 

Maka dari itu penting untuk mengetahui bagaimana tahapan dalam konstruksi jalanan beton. 

Berikut adalah penjelasan singkat mengenai tahapan-tahapan yang harus diperhatikan dalam konstruksi jalanan beton yang penting untuk Anda ketahui. 

Serta memberikan penjelasan singkat bagaimana kelebihan dan kekurangan dari konstruksi jalan beton ini nantinya. 

Jalanan Beton

Jalan beton sebagai sebuah jalan yang lebih sering dilewati kendaraan utamanya untuk kendaraan-kendaraan besar. 

Hal ini karena jalan beton memiliki tingkat kekerasan yang jauh lebih bagus dibandingkan dengan jenis jalan lainnya. 

Faktanya pun jalanan beton lebih kuat dan tidak mudah rusak ataupun berlubang dibandingkan dengan jalan aspal dan lainnya. 

Dalam prosesnya jalan beton terdiri dari plat beton semen sebagai lapisan atas atau disebut dengan lapisan pondasi. 

Maka dari itu pembuatan jalanan beton harus benar-benar memperhatikan proses dasarnya dan detil pada setiap prosesnya. 

Jalanan beton yang mudah rusak akan dipertanyakan kualitasnya dan dapat merugikan banyak pihak, baik itu biaya, kepercayaan sebagai kontraktor ataupun lainnya. 

Tahapan dalam Pembuatan Jalan Beton

Memang kualitas yang diberikan jalan beton lebih bagus daripada jenis jalan lainnya, tetapi ada proses pembuatan yang juga lebih rumit dibanding yang lainnya. 

Hal inilah yang penting harus diperhatikan agar mencapai kualitas terbaik dari jalanan beton tersebut. 

Tahap Meratakan Jalan

Satu hal yang penting adalah pastikan jalanan yang akan dibangun kembali menggunakan jalanan beton sudah diratakan. 

Sedikitpun tidak boleh ada yang mengganggu proses pembuatan jalan beton, entah itu kayu, bebatuan ataupun benda-benda padat yang menghalangi. 

Hal ini berpengaruh besar terhadap lapisan beton yang nantinya sudah jadi. 

Tahap Pemadatan Jalan

Setelah dipastikan bahwa jalanan sudah bersih dan aman untuk digunakan, tahap selanjutnya adalah proses pemadatan. 

Proses pemadatan ini harus memperhatikan kemiringan dari jalanan tersebut. Apabila tanah miring dan sudah jadi, maka akan sulit untuk membetulkannya. 

Tentunya akan mempengaruhi kenyamanan berkendara setelah jalanan bisa digunakan. Jalan miring juga dapat menyebabkan bahaya. 

Dalam proses mengganti jalan aspal dengan jalan beton umumnya satu sisi jalan dikerjakan  terlebih dahulu agar tidak menutup seluruh akses jalan dan masih bisa digunakan sisi lainnya. 

Tahap Pondasi pada Jalanan Beton

Setelah itu memberikan pondasi dengan cara meletakkan tanah hasil galian ke lokasi tempat pembuatan jalanan beton. 

Tanah hasil galian umumnya diambil dari bebatuan makadam. Jalanan beton biasanya membutuhkan bebatuan tersebut hingga mencapai 30 cm ketebalannya. 

Apabila bebatuan sudah mencapai batas yang diinginkan maka ditambah lagi dengan tanah lapisan sirdam. 

Pada lapisan tanah pertama biasanya diisi dengan bebatuan yang kecil-kecil, sehingga pada lapisan kedua ini berfungsi untuk menutup celah-celah dari lapisan pertama. 

Lapisan kedua lebih banyak berisi kerikil-kerikil dan juga pasir. Setelah dirasa sudah cukup maka langsung dipadatkan menggunakan vibrator beton

Tahapan Landasan Cor Beton

Setelah melakukan tahap pondasi maka tahap selanjutnya adalah melakukan lapisan pada pondasi tersebut. 

Dengan cara meletakkan plastik sebesar pondasi tersebut dan ditutupkan ke pondasi tersebut. 

Hal ini dilakukan guna menghindari air dari cor beton tidak masuk ke dalam lapisan pondasi.

Pada akhirnya menjadi sebuah landasan cor beton yang kuat dan kokoh.

Tahapan Memasang Kerangka Beton

Setelah proses landasan cor beton sudah dilakukan berikutnya adalah memberikan kerangka beton di atasnya.

Ketebalan dari kerangka beton ini umumnya adalah 8 mm yang dipasang dalam pola huruf S. 

Hal ini bertujuan untuk memberikan batasan pada kerangka beton pada lapisan bawah dan juga atasnya. 

Tahap Pengecoran Beton

Proses pengecoran beton adalah salah satu langkah krusial dalam konstruksi jalan beton. 

Pertama, harus memperhatikan betul bagaimana campuran dari material-material pembuatan beton, agar menghasilkan beton yang berkualitas.

Maka setelah proses pengecoran beton sudah dilakukan maka harus ditutup kembali menggunakan plastik. 

Hal ini bertujuan agar proses pengerasan beton berjalan dengan maksimal dan sempurna. 

Setelah selesai mengeras beton tidak langsung selesai jadi harus diperiksa kembali apakah ada gundukan-gundukan kecil. 

Maka perlu dilakukan proses perlukaan yang berguna untuk memperhalus dan meratakan jalanan beton agar lebih nyaman dan aman digunakan. 

Jangan lupa, perhatikan juga bagaimana cuaca di wilayah proyek Anda. Hal ini memberikan pengaruh bagi proses pembuatan jalan beton ini. 

Cuaca yang cerah akan mempercepat proses pengeringan dari pengerasan beton tersebut. 

Tahap Memadatkan Beton

Apabila beton sudah dirasa mengeras dengan cukup, jangan langsung menggunakan jalan beton tersebut untuk digunakan. 

Pastikan terlebih dahulu apakah tingkat kekerasan beton sudah mencukupi untuk dilewati kendaraan atau tidak. 

Mengukur kekerasan jalanan beton umumnya menggunakan sebuah alat yang dinamakan alat ukur kekerasan beton. 

Untuk memaksimalkan kekerasan jalanan beton biasanya dilakukan proses penyiraman air yang dilakukan hampir setiap hari selama 23 hari. 

Air yang disiramkan akan memberikan kekuatan yang tahan lama dan berkualitas. Air juga memberikan pengaruh agar tidak mengurangi kadar air yang ada di dalam jalanan beton tersebut. 

Kelebihan dan Kekurangan Jalanan Beton

Walaupun jalaanan beton terlihat lebih kuat dan tahan lama tetapi tetap memiliki kekurangannya. 

Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangannya. 

Kelebihan Jalanan Beton

  • Memiliki ketahanan yang lebih kuat terutama untuk kendaraan berat
  • Tidak mudah menurun kualitasnya akibat banjir atau curah hujan tinggi. 
  • Perawatan yang lebih mudah dan lebih murah dibandingkan dengan jenis jalan lainnya.
  • Dapat digunakan pada struktur tanah yang lebih lemah tanpa harus memperbaiki struktur tanahnya dulu.
  • Material-material yang dibutuhkan lebih cepat dan lebih mudah ditemukan. 
  • Fleksibilitas terhadap kondisi tanah memberikan kemudahan dalam membangunnya dimana saja. 

Kekurangan Jalanan Beton

  • Proses pembuatan jalanan beton mempengaruhi kualitasnya, maka harus diperhatikan dengan detil bagaimana proses pembuatannya. 
  • Untuk penggunaan jalan raya dengan aktifitas kendaraan yang tinggi, maka biaya pembuatan jalanan beton umumnya juga lebih banyak. 
  • Proses pengecoran harus diperhatikan dengan betul karena dapat mempengaruhi kehalusan dan bergelombangnya jalanan aspal. 
  • Proses perbaikan jalan umumnya menaikkan elevasi ketinggian jalan, maka tidak heran jika elevasi jalan lebih tinggi dibanding rumah yang ada di sekitarnya. 
  • Warna beton yang cenderung gelap membuat suasana berkendara terlihat lebih gersang dan membosankan.

 

Maka itulah penjelasan mengenai tahapan-tahapan yang harus diperhatikan dalam konstruksi jalan beton. 

Bagi Anda yang sedang atau ingin membangun proyek jalanan ataupun gedung dan membutuhkan alat berat dalam prosesnya. 

Maka Anda tinggal klik tombol Whatsapp yang ada di bawah kanan layar Anda. Maka tim Rahayu Diesel akan menyiapkan kebutuhan Anda. Proyek lancar, bisnis makin cuan.